Mengenal Thay Sui, Mitologi 60 Dewa yang Menjadi Dasar Terciptanya 12 Shio

Mengenal Thay Sui, Mitologi 60 Dewa yang Menjadi Dasar Terciptanya 12 Shio

Setiap awal perubahan Shio, adalah hal yang mesti untuk meramal nasib. Bisa saja diakui klenik, tetapi menjaga kebiasaan bisa saja lebih tepat.

Hoki adalah gabungan pada nasib dan usaha. Sepanjang motivasi dan kerja keras berpadu, ia dapat singgah dengan sendirinya.

Tapi, ada Hoki ada lawannya. Chiong namanya. Digambarkan sebagai situasi yang tidak menguntungkan. Sekeras apa pun usaha, kalau sudah chiong, ya apes dah Urutan shio .

Begitu persepsinya.

Cara melihat chiong versi Fengshui tiada bedanya dengan langkah melihat hoki. Unsur tanggal, bulan, tahun, dan jam kelahiran menjadi penentu. Apakah nasib dapat berkata di th. kerbau logam ini.

Banyak type chiong. Saya sudah pernah membahasnya. Sila klik tulisan di bawah ini;

Baca juga: Jika Sedang “Chiong” (Sial) Bagaimana Tolak Balanya?

Pada tulisan ini, aku dapat mengkaji satu type chiong yang sangat terjalin dengan budaya China Kuno. Menarik untuk disimak.

Thay Sui atau “Jupiter Grand Duke” adalah Chiong terbesar yang mesti diwaspadai. Entah mengapa, tiap-tiap tahunnya para ahli Fengshui selalu mengarahkan matanya pada type Chiong ini.
Secara harafiah, ia adalah Dewa pelindung berasal dari 12 Shio dan 5 Elemen. Jadi secara keseluruhan tiap-tiap shio dan elemen punyai Dewanya masing-masing. Jumlahnya 60 Dewa Thay Sui.

Setiap Dewa ini dapat menjadi “Raja Bumi” pada kronologis Shio. Jadi pada th. ini adalah Dewa Thay Sui Kerbau-Logam yang tempati Singasana.

Jika Shio kami Chiong dengan sang Raja, konon kemalangan dapat singgah menyerta. Sebagaimana Raja yang tidak bahagia dengan seseorang, maka ia hanya dapat mendatangkan musibah dengan titahnya.

Bukan Cuma Anda, seluruh bagian keluarga pun katanya dapat dipersulit. Dalam kebiasaan Tionghoa, memuja Dewa ini adalah langkah paling baik untuk melepas kemalangan.

Padahal berasal dari segi filsafat, keberadaan Thay Sui sangat personal. Jika sanggup dikatakan, tiap-tiap orang punyai malaikat pelindungnya sendiri (guardian angel). Dan itulah yang diharafiahkan dengan eksistensi Thay Sui didalam budaya China.

Legenda yang berkembang di masyarakat, Thay Sui adalah sekelompok dewa yang berjumlah 60. Mereka menguasai peredaran waktu. Artinya tiap-tiap orang dapat terhubung. Sebabnya waktu adalah hal yang pasti.

Pemujaan pada para Thay Sui ditenggarai sudah ada sejak zaman Dinasti Yuan (1280-1368). Adalah para Menteri dan cendekiawan yang memulai rancangan ini. Dilaksanakan pada waktu ada proyek mutlak yang dapat menjadi dilaksanakan.

Menurut kisah, Dewa Thay Sui (Thay Sui Ye) adalah putra berasal dari Shang Zhou Wang, Raja terakhir Dinasti Shang. Ia merupakan seorang pemimpin yang lalim.

DajiĀ adalah selir kesayangan Raja Shang. Tapi, ia punyai hati yang busuk. Atas hasutannya sang Raja membunuh permaisurinya sendiri, setelah melahirkan Thay Sui Ye.

Leave a Comment